Senin, 14 November 2016

Hidup ini singkat, milikilah selalu harapan



Film kesukaanku sepanjang masa adalah The Shawshank Redemption. Jika saya harus meringkas film tersebut dengan satu kata saja, maka kata itu adalah “HARAPAN” . Film ini didasarkan pada cerita pendek Stephen King. Di dalam film itu, aktor Tim Robbins berperan sebagai Andy. Pria tidak bersalah yang menjalani hukuman seumur hidup karena dituduh membunuh istrinya dan pacar istrinya. Selama ia di penjara, tokoh itu mengalami pemukulan, perkosaan beramai-ramai serta keputusasaan yang luar biasa. Setelah bertahun – tahun menerima pelecehan, sesuatu terjadi di dalam dirinya dan tiba-tiba berubah. Dia mengincar sebuah tempat yang indah di pantai Meksiko dan memutuskan akan pergi ke sana. Dia tidak  menceritakan rencananya kepada siapapun. Bahkan kepada sahabatnya. Red, yang diperankan oleh actor Morgan Freeman.

Adegan yang paling mengesankan bagi saya adalah ketika kedua napi itu duduk di halaman penjara. Andy memberi tahu Red bahwa ada suatu tempat di dalam penjara yang tidak dapat disentuh oleh penjaga atau sipir. Tempat yang tidak dapat di kunci oleh siapapun. Red memperingatkan bahwa akan berbahaya memupuk harapan di dalam tempat seperti penjara. Andy menolak memercayainya. Dia berbicara tentang suatu tempat di pantai meksiko dan pantai untuk memandang bintang, menyentuh pasir, bermain air serta merasa bebas.



Red, sangat terganggu oleh visi Andy tentang Kebebasan sehingga ia menegurnya untuk tidak bermimpi. Dia memperingatkan Andy akan tempatnya, dan menunjukkan tempatnya bukan di meksiko tetapi di sini. Andy seolah percaya padanya ketika berbisik “ Ya, Kamu benar. Tempatku di sini, dan aku di sini. Akhirnya dia memutuskan bahwa akhirnya hanya ada satu pilihan sederhana “ Sibuk Hidup atau Sibuk Mati “



Berikutnya ketika Seseorang melihat Andy, dia sedang berada di dalam kamar selnya, memegangi sebuah tali. Dia akan melakukan salah satunya, apakah menggantung diri atau membebaskan diri. Hidup memang selalu memberi kita dua pilihan “ Sibuk Hidup atau Sibuk Mati “ yang manakah yang akan kamu pilih ? seberapa sering kita memilih dengan benar ? bagian mana dari setiap hari atau hari manapun ketika kamu sekedar merasa bebas ?

Seseorang yang lebih tua dari saya pernah bilang kalau ada perbedaan antara lubang dan makam ; lubang memiliki sedikitnya ruang untuk bergerak. Sehingga ketika kamu menemukan dirimu terjatuh di dalam lubang, sebaiknya segeralah keluar sebelum lubang tersebut berubah menjadi makam.  Hidup terlalu singkat untuk mengasihani diri, ketika terjatuh segeralah bangkit, milikilah selalu harapan.




Chintasih Masnitarini

Menapaki tahun - tahun kemudian



Hanya DIA yang mahaperencana, segala hal di dunia hanyalah selalu atas Kuasa dan KeinginanNya. Saya tidak tahu mengapa kita dipertemukan, mengapa kita harus berbagi cerita dan rahasia. Mungkin inilah yang dinamakan jodoh. Sekarang rasanya saya tidak bisa lagi menceritakan banyak hal ke belakang, tentang perjalanan yang membuat bagian otak menjadi berdesakan. apalagi perjalanan 5 tahun sebelumnya. Pusat lobus otakku kini telah diisi oleh hal-hal baru.  Satu – satunya hal terbaik di sela kepaniteraan klinik adalah ketika saya bisa pulang ke rumah, saya  orang yang selalu rindu masakan rumah. Apalagi setelah menikah, sebagaimanapun saya akan menyempatkan makan di rumah setelah aktifitas. Meski sedang terpisah ratusan kilometer dengan suamiku di atas landasan komitmen yang bernama pernikahan, Saya tetap selalu merindukan rumah. Hampir setahun setelah kami menikah, resah kerap datang menghempaskanku, namanya saja pasangan suami – istri Pastilah perasaan itu wajar adanya.

Saya tidak ingin membuatmu terlalu cemas akan keadaanku, kadang – kadang pada beberapa hal saya tidak menceritakannya karena tidak ingin membuatmu khawatir, semisal jika ban mobilku tiba –tiba bocor di tengah jalan menuju rumah sakit dan saya harus mencari bengkel terdekat untuk memperbaikinya, itu karena Pekerjaanmu di sana sudah cukup menyudutkan lobus otak. Saya bersyukur karena kehadiranmu membuat banyak perubahan besar terhadap kehidupanku, semoga ini menjadi lebih baik lagi. Saya juga berterima kasih karena kau telah berubah meski tanpa saya minta. Perubahan –perubahan kecil menurutmu namun begitu berarti bagiku, sesederhana selalu menelponku setiap hari. Karena jika dirunut ke belakang saat – saat pacaran, kamu adalah manusia super cuek yang pernah saya temui. Perubahan kecil yang memiliki efek besar dalam perkawinan kita. Perubahan yang menyediakan harapan di mana sebelumnya terdapat rasa canggung. Perubahan – perubahan kecil yang menjadikan spiral kedekatan emosional menyatu.

Saya sadari akan kesulitan yang kini kita hadapi bersama, kita adalah pasangan yang sangat sulit mencari waktu untuk bisa berdua saja apalagi di tambah dengan tingkat stress pekerjaan masing –masing membuat kita kadang-kadang terjebak dalam situasi yang unconditional, akhirnya perselisihan kecil tidak bisa dihindarkan diantara tekanan –tekanan yang kita lalui. Namun semoga dengan meningkatnya kesulitan yang kita hadapi membuat kaki dan tangan kita semakin kuat berpegang. Membuat hati kita tetap tegar. Tidak bisa kita pungkiri kita hidup dalam masyarakat yang mempunyai landasan berpikir pada kebebasan pribadi, hak – hak asasi dan mengejar kebahagiaan. Semoga tujuan mengejar kebahagiaan yang berada pada benak kita masing - masing itu adalah memperjuangkan kebahagiaan bersama.

Di tahun – tahun kemudian ketika  Zaman mencapai tingkat kemajuan yang pesat.  Dampak negatif kemajuan zaman dan teknologi semoga tidak membawa kita terjerembab kedalamnya. Semoga kita tidak diperbudak oleh pekerjaan dan benda – benda matrealistis yang mampu mengancam kita secara emosional, di tahun – tahun kemudian semoga selalu banyak cinta, semoga kita yang berdua ini menjadi tiga, empat dan lima. Banyak doa dan harapan di tahun – tahun kemudian, tak terkecuali doa – doaku untukmu, untuk kita. 


Selamat Ulang Tahun Sayang.




Kamis, 03 November 2016

Ketika harus memberi Reward kepada diri sendiri, Hotel Melia Makasssar tempatnya.



Jum’at pagi di 28 Oktober 2016. Saya bergegas menuju Rumah sakit dan menyelesaikan pekerjaanku di sana hingga alarm ponselku berbunyi mengingatkan bahwa hari ini saya memiliki janji dengan Pihak Hotel Melia Makassar untuk bersantai  satu malam di sana bersama sahabat saya Sani. Setelah melalui beberapa diskusi bersama pihak hotel mengenai waktu dan tanggal dimana kami akan menginap, akhirnya ditemukanlah kesepakatan di tanggal 28 hari ini. Ya.. mungkin karena padatnya jadwal yang saling kejar-kejaran satu sama lain. Bukan hanya saya, sahabatku sani pun demikian. Kesibukan masing-masing membuat kita jarang memiliki waktu untuk diri sendiri, perempuan jaman sekarang ya bukan hanya sibuk di rumah tapi juga di luar rumah. Sebagian dari kami (perempuan) pergi ke luar rumah karena alasan pekerjaan demi membuat roda ekonomi keluarga terus berputar. Menurutku ini adalah hal yang membanggakan disaat kaki kita tegap dan kuat menapaki kehidupan ini tanpa sedikitpun rasa tertekan. Alasan inilah maka sangat penting untuk memberikan reward kepada diri sendiri setelah kontribusi yang kita berikan terhadap hidup kita maupun keluarga. Setiap orang berhak menikmati dirinya sendiri.
Saya mengemudikan mobil sedan putihku menuju rumah sahabatku bermaksud menjemputnya lalu kami sama-sama akan menginap di Hotel Melia Makassar, Hujan dengan riangnya pun turun membuat pengendara motor buru-buru untuk sampai di tempat tujuan, jalanan semakin macet, memadat, ditambah traffic light yang ternyata sedang mengalami gangguan sehingga menyebabkan kemacetan yang luar biasa. Seluruh pengguna menjadi tidak sabar dan saya pun demikian. Saya ingin buru-buru sampai ke Hotel Melia karena badan ini sudah letih tak karuan, seminggu yang benar-benar melelahkan, laporan yang tiada henti, permintaan visum yang silih berganti, Pliss saya butuh kasur, saya butuh waktu untuk diri sendiri.
Setelah hampir dua jam bergelut dengan kemacetan, sampailah kami di HOTEL MELIA MAKASSAR yang terletak di Jl. Andi Mappanyukki No.17. Sore sekali kami tiba di sana, dengan senyumnya yang ramah bapak-bapak menghampiri mobil kami yang berhenti di depan lobby hotel dan kami dipersilahkan untuk masuk. Kendaraan kami diparkir secara Vallet. 


HOTEL MELIA MAKASSAR


Suasana Lobby HOTEL MELIA MAKASSAR. 
Kami pun masuk ke lobby dan bertemu dengan Mas Viki, salah seorang pihak Melia yang saat itu sedang sibuk karena baru saja EVENT MEET AND GREAT penyanyi Afgansyah Reza digelar disana, mungkin sekitar satu jam yang lalu.  Mas Viki menyambut kami dengan sangat baik, Dia memperkenalkan Hotel Melia, kami duduk bercengkrama menikmati indahnya malam dari teras Restoran Merkado, ditemani dengan menu andalan Merkado Restaurant membuat bincang-bincang kami semakin sempurna, Mas Viki menceritakan seputar arsitektur sampai fasilitas-fasilitas yang terdapat di Hotel ini.

Merkado Restaurant adalah All day Dining, dimana dapat dinikmati oleh pengunjung meskipun tidak melakukan Check-in.
HOTEL MELIA MAKASSAR merupakan hotel Urban Bintang 4 yang bergaya Modern ; Urban. Arsiteknya adalah orang Lokal dari Indonesia. Dimana Hotel ini terdiri dari 135 Kamar dan Suite yang berdekorasi indah dan menawan. Letaknya yang menurutku sangat strategis karena berada di pusat distrik perkotaan, dekat dengan pusat aktifitas seperti kantor dan pusat belanja. Karena Kota Makassar dikenal sebagai ibu kota Sulawesi Selatan dimana adalah Kota terbesar di Indonesia bagian timur. Kota Makassar dikenal sebagai kota yang kaya akan kuliner dan kebudayaannya sehingga banyak orang dari luar Sulawesi datang berkunjung ke Makassar untuk menyaksikan langsung keunikan dan kelebihan-kelebihan ini.
Konsepnya yang modern dan mengusung tema Urban berciri khas spanyol, sesuai dengan kebutuhan kalangan masa kini, mulai dari anak muda sampai eksekutive bisnis. Hotel Melia Makassar menyediakan tempat-tempat hangout yang bisa dikunjungi meskipun tidak melakukan Check-in. Seperti The Society Bar & Lounger Rooftop yang memiliki interior yang nyaman dan mengagumkan, membuat kita dapat leluasa menikmati waktu luang bersama pasangan, sahabat dan keluarga. Selain ciri khas interiornya di sana juga kita akan disuguhkan pemandangan kota Makassar yang menakjubkan dengan kisaran 360 derajat, ini adalah salah satu pemandangan terbaik yang bisa dinikmati dan dikunjungi.
Bagi kalian-kalian yang sekedar ingin makan malam dengan suasana yang menyenangkan namun tetap private, kamu dapat mencoba Restaurant All Day Dining Merkado. Menu-menu yang begitu istimewa disajikan di Restaurant ini, mulai dari cocktail pilihan sampai menu-menu andalan Merkado.

Me Salmon merupakan salah satu menu rekomendasi dari Hotel Melia Makassar.
Ikan salmon yang lembut dipadu dengan saus khas dari buah naga memberi rasa tersendiri ketika disantap.
plus menikmati ikan salmon ini dilengkapi dengan kentang tumbuk.
Hmm yummy, enak banget !
Untuk yang ingin berolahraga, jangan khawatir.  Hotel Melia Makassar menyediakan kolam renang Infinity yang berada di dalam ruangan, dilengkapi dengan Sauna Room,  Fitness Room, ALMA SPA dan Beauty Salon dengan Ruang perawatan Pribadi, membuat kita benar-benar memanjakan tubuh dan pikiran. Sangat cocok bagi perempuan-perempuan yang aktif baik di rumah maupun di luar rumah, menumpuknya pekerjaan rumah terkadang membuat kita kurang bersemangat, Ibu rumah tangga pun sangat perlu untuk  menikmati waktunya sendiri agar kembali bersemangat mengerjakan kewajibannya mengurus keluarga, mengurus anak-anak.

Infinity Pool Hotel Melia Makassar diperuntukkan bagi pengunjung yang ingin menghabiskan waktu luang, kolam renang ini limited loh.. kalau hari biasa jika tidak tidak melakukan check-in, pengunjung dibatasi agar tidak mengurangi konsep utama hotel ini yaitu private.
yuk, buruan reservasi. 

Fitness Room disediakan bagi pengunjung yang ingin menikmati sensasi berolahraga sambil menikmati pemandangan Kota Makassar.
            Lama kami berbincang-bincang sambil menikmati makan malam bersama mas Viki, ditemani menu yang sangat enak dan pemandangan kota Makassar di malam hari, membuat pembahasan kami semakin panjang dan menyenangkan. Mulai dari Hotel sampai pengalaman Travelling, banyak hal yang kami peroleh, banyak pelajaran yang dapat diambil malam itu. Malam semakin larut dan saya bersama sahabat saya pun diantar menuju kamar yang akan kami tempati. Kami menginap di Premium Room Hotel Melia Makassar. Kamar kami kira-kira luasnya berukuran 26 – 28 M2  dengan jendela dari lantai ke plafon, membuat kita leluasa untuk menengok pemandangan di luar. Semuanya didekorasi dalam gaya kontemporer. Dilengkapi dengan dua kasur KING, meja yang nyaman, kursi berlengan dan akses Wi-Fi 24 jam. Untuk kamar mandi, seluruhnya berinteriorkan Marmer, ukurannya luas, dilengkapi dengan shower pengatur air hangat dan dingin. Membuat kenyamanan tersendiri saat kita mandi, tersedia pengering rambut, dan perlengkapan mandi lainnya.



Kamar yang saya tempati bersama sahabat saya. 

Setelah mengganti baju dan membersihkan diri alias mandi, saya merebahkan diri di kasur dan meluruskan kaki. Benar-benar peggel hari ini. Saya kemudian menyalakan TV dan menonton beberapa film yang disajikan oleh channel-channel berkualitas. Sesekali terlibat obrolan dengan sahabatku, kemudian sesekali menerima telepon dari klien. Bantal-bantalnya yang lembut juga suhu ruangan yang dapat diatur sendiri membuat tidurku lelap hingga pagi hari.


Terima kasih HOTEL MELIA MAKASSAR.
Setiap orang memiliki caranya masing-masing dalam memberi reward kepada dirinya setelah apa yang dilakukannya untuk dirinya maupun orang-orang disekitarnya. Ada yang keluar rumah pergi membeli makanan enak, ada yang menghabiskan hari liburnya dengan olahraga, ada yang keluar rumah untuk memanjakan tubuh di pusat perawatan tubuh, ada yang keluar bersama teman-temannya hanya sekedar ngopi-ngopi, duduk-duduk cantik ngerumpi, ada yang keluar makan malam bersama pasangan dan mungkin masih banyak lagi cara lainnya. Mengapa tidak ? untuk mencoba menikmati itu semua di HOTEL MELIA MAKASSAR. Saya bersama sahabat saya sudah menikmatinya, sekarang giliran kamu.




Best Regards,

Chinta Masnitarini