Langsung ke konten utama

... Atas nama Kedekatan kita selama ini.



…beberapa kali menjalin kedekatan dengan pria yang satu kota denganku yang kemudian selalu saja akhirnya “selesai” begitu saja tanpa sisa senyum yang menggugah rindu.

Mungkin kita harus terima jika Tuhan memang akan mempertemukan kita dengan seseorang tapi tak benar-benar menyentuh bahagia kita secara utuh.

Menjalani kedekatan dengan pria satu kota, yang tidak ada masalah dengan intensitas bertemu, kapan saja jika rindu menghampiri kita bisa membuat janji lalu temu.
namun, kini dengannya ?
pria yang mendatangiku tiba-tiba di sebuah acara bersama komunitasku sore itu, tidak bisa seenaknya kami membuat janji apalagi temu.

tapi, aku ingin bertahan.

biar bagaimanapun jarak tidak bisa kutiadakan dalam kedekatan ini..
bertahanku dalam menunggu bukanlah pekerjaan mudah, sabar dalam kecemasan dan ketidakpastian.
itulah gejolaknya.
meski genggaman tangannya selalu menghangatkan ingatanku, tatapan matanya tetap tersirat ragu. aku merasakan itu..

tapi, aku ingin bertahan.

bersamanya, aku seperti bisa menjadi seorang paranormal yang sok tau, bahwa akan masa depan yg indah bersamanya.
setidaknya, itulah persepsi yang kuyakini sampai detik ini.
bisa mendampinginya dalam perjalanannya saat ini, dalam sebuah kedekatan yang suatu hari semoga menjadi jembatan tali kasih suci dihadapan tuhan.

aku ingin bertahan.

selamat tanggal 26-
selamat   temu pertama kita.
-M.A.I :”) 

Komentar

Postingan populer dari blog ini