Langsung ke konten utama

Menangislah bersama seseorang, karena itu akan melegakan daripada menangis sendirian.. :)




Suatu ketika seorang sahabat mendatangiku lalu ia menanyakan padaku bagaimana cara menghapus duka dimasa lalu ? entah, apa yang membuat ia begitu yakin menanyakan tentang hal itu, padahal aku pun adalah seseorang yang pernah merasakan perihnya tertatih-tatih, pernah merasakan susahnya berakit-rakit ke hulu sehingga dapat merasakan berenang santai di tepian melupakan sejenak kecewa masa lalu, dihimpit rasa putus asa yang entah dimana lagi akan kutemukan tempat yang rela menyambut luka ini, dimana lagi akan kutemukan tempat yang rela menyeka air mata ini ?
Bagiku Cinta adalah praduga tiba-tiba selalu saja datang dengan lugunya, menawarkan terang di dalam gelap yang mendekap kita dalam titik hitam yang memanjang. Memberi kita mimpi-mimpi absurd yang membuat tungku harapan ini menyala kembali, memaksa kita hanyut dalam ribuan damba juga rindu yang mengganggu tanpa disertai alasan kapan dan mengapa.
Entah..
memang begitulah adanya.

            Setiap pasangan akan mengatakan “Aku mencintai seseorang disebelahku” seseorang yang telah lama ku kenal, seseorang yang mengerti tentang apa-apa yang ada didalam diriku. Lalu tanpa sadar, konsep kenangan salah satu diantara kita diam-diam menghantui tanpa pandang bulu, sungguh konsep itu sangat mengerikan sekali.
“kenangan kalian”
kenangan didalam diri kita yang belum usai dimasa lalu akan menjadi hantu yang tidak menjejaki bumi, dan siap-siaplah terhantui olehnya. Sebaiknya jika ingin memulai suatu pertautan hati yang baru maka selesaikanlah dulu halaman-halaman lama yang belum selesai kau baca agar tidak mengganggumu dalam kegelisahan saat ingin melanjutkan untuk merangkai sebuah cerita baru.

Yaa, tidak dapat didustakan kenangan merupakan bagian dari realitas yang melekat utuh dalam kehidupan semua manusia, akan tetapi Skenario perjalanan kadang mengharuskan kita untuk menyejarahkannnya, merekamnya lalu menguncinya rapat-rapat sebagai bukti bahwa yaa memang mungkin dulu kita pernah saling tergila-gila. Kemudian berselang waktu tanpa kamu sadari dan bahkan lama barulah kamu menyadari bahwa pengalaman merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan dari hubungan yang ada dimasa kini, lama bagi dirimu untuk menoleh kebelakang ? menghitung bahkan mengeja detik sudah berapa banyakkah pengalaman yang kita lalui bersama ?

            Lalu, kalian akan berusaha saling menoleransi atas nama “cinta” yang telah dibangun dan perjuangan tak boleh sia-sia. Namun, tetap sama saja.. dalam setiap detik yang berjalan kalian masih saja seperti dua orang musafir yang tersesat di padang, berjalan dengan kompas masing-masing tanpa sama sekali saling mencocokkan. Dan mempertaruhkan segalanya, membayar mahal untuk perjalanan ini demi cinta yang dirasa paling benar dan paling indah.



            Aku mencoba menenangkan sahabatku, aku melihat raut wajah yang sudah tidak biasa sehingga perlahan membuat aku yakin bahwa memang nampaknya ia sudah teramat lelah, teramat lelah untuk menyisipkan dirinya dalam pencarian alasan-alasan untuk tetap bertahan. “Konsep kenangan” telah memporak-porandakan hubungannya, ketika ia telah membela mati-matian cinta yang dirasanya paling benar, dirasa paling indah disaat itulah Cinta itu memilih seseorang yang lain dan bukan dirinya.
           
            Setidaknya aku bisa merasakan seperempat perasaan itu, Perasaan kecewanya. Perasaan dimana separuh dirimu menginginkan dia datang padamu, separuhnya lagi sejujurnya kamu takut menemuinya. Separuh dirimu ingin dia datang membencimu hingga muak sampai mendekati gila dengan segala kekhilafannya kemudian sampai jatuh hati kembali kepadamu. Separuh dirimu menyesalkan magis yang hadir sebagai naluri alamiah setiap kalian berjumpa. Akan kamu kirimkan padanya tiket-tiket bioskop, bon-bon rumah makan, semua tulisannya dari sebaris sampai beberapa baris, hingga bingkai-bingkai yang berisi potret peta tubuhnya ataupun gabungan potret wajahmu dan wajahnya. Merahlah pipimu tersipu malu sampai tersenyum kecut Karena asap dan abu dari benda-benda yang telah Ia hanguskan dan inilah “Bukti-bukti bahwa Kita pernah saling tergila-gila”  lirih hatimu berkata ; “Pergilah saja, Hidupku—Hidupmu pasti akan lebih mudah.


            Separuh dirimu yang lain, menginginkan agar dia datang menjemputmu, mengamini doamu untuk kesekian kalinya lalu menjadi jatuh hati lagi, segala-galanya sampai batasnya waras pupus dalam kesadaran murni tentang cinta. Kemudian pelan-pelan membawa kalian ke dalam dunia yang begitu asing untuk membaca ulang semua kalimat, mengenang setiap inci perjalanan dan kerelaan hati. Betapa Separuh dirimu sangat percaya bahwa setetes air mata pun akan terhitung. Tidak ada yang sia-sia sampai mubazir, segalanya pasti akan bermuara dalam samudra yang tak terbatas, lautan merdeka yang bersanding sejajar sekokoh tumbuhan kayu mengakar kuat pada tanah, menjulang tinggi ke angkasa.

Tenangkan hatimu, Kemudian Bernafaslah…
“Ucapku pada sahabatku”
Seharusnya jangan menyalahkan nurani kalian yang telah menyerah, menghempaskan nafas kegelisahan untuk rasa tidak peduli yang telah terpendam sekian lama. Karena nurani itu adalah diri kita “manusia” , kita tidak bisa terus-terusan berdusta dan membohongi diri sendiri, biarkan ia mengalir, berkelok, dan menyimpan sakitnya, pahit-manisnya, susah-senangnya, hingga keteduhan yang melelapkan sampai akhirnya ia tiada.
            Tiang dan jembatan tanpa sebab yang telah menuntun kalian memang nyatanya telah patah dalam gerak penyatuan dan melempar kalian ke dunia yang sudah sangat begitu asing.
Maka,
Katakan padanya.. katakan pada dia yang kau cinta setengah mati..
“Jangan jadikan aku terdakwa, menimpakan sebab perpisahan ini ke pundakku begitu saja, ini bukan soal berani atau tidak, tapi.. karena kesadaran menerima kenyataan.
Hitam dan Putih itu jelas beda warnanya, Maka lihatlah sayang.. membunuh perasaan itu lebih kejam dari pada bunuh diri”

Aku pergi karena mencintamu, bukanlah karena DIA.




"Weekend nge-mall yuk, hmm.. atau nongki di tempat biasa  minum Capucino atau thai tea gak papa yang penting adaWi-fi. Yuk cusss. 
*Peluk, jangan sedih terus. Pokoknya besok makan sushinya harus 2 porsi yaa. 
Okesipp (: 











Komentar

Postingan populer dari blog ini