Langsung ke konten utama

Aku dan kamu di sebuah ruang tunggu..




Percayakah kita bahwa tidak ada cinta yang tiba-tiba datang bahkan tiba-tiba pergi ?
… Dan seketika itu di ruang tunggu untuk cinta, sebuah rindu juga harapan pernah duduk bersama berdiskusi, saling mengusahakan sebuah narasi kebahagiaan,  saling menggenggam jemari, nampaknya erat karena telah mematri janji. Ada pengakuan perasaan yang teduh terhadap cita-cita penyatuan, bukan lagi jumawa ataukah keangkuhan.

            Kini di ruang tunggu untuk cinta, rindu itu malah menerawang sangat hati-hati, wajarlah. “Aku takut terluka lagi” lirih ucapku.  Meski dibalik kelelahannya, rindu masih ingin bertemu dengan harapan yang telah ia tinggalkan. Harapan yang awalnya menjadi tunas, merindang daun. Arrrgghhhh. Lagi lagi ini senjata mematikan, lagi lagi kita membicarakan cinta, dan jatuh cinta. Itu adalah salah satu virus mematikan di dunia. Namun selayaknya Ruang tunggu untuk cinta merasakan harapan yang menuntunnya kembali ke rumah itu.

Lalu Dimanakah alamatnya ???

yaa… ternyata Rumah itulah hatimu.
Di tempat itu aku selalu menanti.




@moccachinta

Komentar

Postingan populer dari blog ini