Langsung ke konten utama

Horee, Akhirnya Sekota !


  
            Hari ini saya memulai aktifitas berdua dengan suami, yeayy.. akhirnya sekota juga. Tanpa pengajuan permohonan pindah ke kantor cabang Makassar, suami tiba-tiba dapat mutasi untuk ke Makassar.
Kaget ? Iya.
Senang ? Wah, kebangetan senangnya.

            Tepat di setahun Pernikahan kami, tepat juga LDR ini berakhir setidaknya untuk beberapa tahun ke depan. Kenapa begitu ? yaa.. karena pekerjaan suami yang bikin jantung debar-debar setiap ada keputusan mutasi yang dikeluarkan. Tuhan.. ternyata Engkau mendengar doa-doa kami, doa-doa yang sampai saat ini tak pernah putus, doa-doa yang selalu menguatkan kami dalam setahun perjalanan ini.
            Sekarang pada kondisi sekota mungkin ada yang banyak hal berbeda ketimbang sebelumnya, sekarang pagi-pagi sudah berangkat sama-sama, sarapan sama-sama, dan mungkin sampai mandi paginya bisa sama-sama *eh. sensor buat yang belum 17 ya.
            Di rumah, harus ngerjain apa-apa masih sendiri, meski ada asisten rumah tangga toh tapi hanya paruh waktu, datangnya pagi dan pulang jam 3 sore. Alhasil saat pulang ke rumah, saya masih harus ngerjain pekerjaan rumah yang belum semuanya dikerjakan oleh ART, yaa gak banyak-banyak sih. Setidaknya masih bisa ngerapihin barang-barang suami, beresin kamar pribadi, dan masak sambil nunggu suami pulang makan malam dan bikin cemilan sambil nunggu dia kelar main futsal.
Hampir setiap hari di dua bulan ini sampai – sampai gak pernah nginjek mal dan nongki-nongki hadiri kegiatan komunitas. Ternyata jadi buibuk rumah tangga rangkap jadi anak sekolah tuh sibuk banget ya :”).
            Oh iya, suami juga anak sekolah sih, tahun ini ngelanjutin sekolah lagi di residensi Hukum Kesehatan, buibuk musti kalem di rumah nih. Ngerawat anak sekolah yang lagi meniti karir demi bahagiain keluarga kecilnya. Semangat ya tuamik.

            Di setahun ini yang kami tahu hanya berdua, ya berdua.. belum ada tangisan yang memecah keheningan di rumah kami, belum ada yang menambah kehangatan di tempat tidur kami, di keseharian kami. Setelah pernikahan setiap orang akan mendamba datangnya kehamilan, begitupun kami. Suami yang setiap pagi ketika bangun bahkan sebelum tidur selalu mencium perut dan mengelus perut saya, sambil bilang “ nak, kapan mau ketemu ibu sama bapak ? Setahun berlalu hingga hari ini, semuanya tetap baik-baik saja. Manusia hanyalah perencana yang baik. Belum diberi mungkin diberi kecukupan dalam hal yang lain, belum dipercayakan mungkin dia ingin hambanya lebih bertawakkal. InsyaAllah bersamaNya tidak pernah ada jalan buntu.
            Suamiku, terima kasih untuk segala hal yang kau bawa dalam kehidupanku, semua cinta, semua keceriaan, semua pelukan di saat-saat tersulit. Tetaplah begitu, tetaplah seperti itu. Katamu selalu ; “semua akan indah pada waktunya, jangan berhenti percaya”
            Saya akan terus percaya itu, saya terus akan memercayainya.


Nanti dilanjut lagi ya.
Mau nyiapin makan malam dulu :D

            

Komentar

  1. kereeeeeennnn yaaaaaaa berumahtangga itu huehehhehe
    kemarinan meluk guling, skrg gulingnya idup hahahay
    barakallah cyin.. sakinah mawaddah warahmah ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. thanks mama ZAM :D
      Alhamdulillah ya Allah :")

      Hapus

Poskan Komentar