Langsung ke konten utama

...Ini Hanya Sementara





                Bel rumah berbunyi, suara pak suami terdengar memanggil dari balik pagar. Sudah pukul 08 : 30 WITA,  Saya melihat wajahnya lelah sekali, tidak terasa sudah 9 bulan kebersamaan ini di kota makassar, padahal rasanya baru beberapa minggu. Kenapa begitu ya, kalau kita deketan kok waktu cepat benget berlalunya, pas jauhan eh terasa lama banget. Selelah-lelahnya lelaki ia pasti akan pulang ke rumah, selambat-lambatnya ia pulang jangan pernah memasang muka manyun, beri saja pelukan dan pengertian. Karena Dia begitu pasti karena kamu, ya karena ingin membahagiakanmu. Kamu ada di dalam tujuannya. “Gumamku dalam hati” setiap kali saya mendapati ia teramat lelah karena pekerjaan. Pekerjaan yang juga mulia, melayani orang banyak, melayani masyarakat dalam jaminan kesehatannya.
                Karena kepindahan suami ke makassar saya pun mengalah tanpa dia tahu, saya pelan-pelan mengurangi aktifitas, lebih banyak di rumah, selain kegiatan klinik saja yang diluar rumah, atau acara keluarga yang kita datangi bersama. Ya.. saya pada akhirnya mengalah dan tak banyak yang bisa saya paksakan. Di samping saya paham bahwa sekota ini hanyalah sementara, sekota ini tak akan lama, mengalah demi mendapat lebih banyak waktu bersama, mengalah karena saya ingin mengurusi semua keperluan suami sejak ia bangun di pagi hari, menyiapkan bekal ke kantor, menyiapkan printilannya, sampai membuat snack dan mengirimnya ke kantor di sore hari. Ya saya ingin berperan dalam hal-hal kecilnya setiap hari, agar sekota ini yang hanya sementara terasa lebih indah bagi kami.
                Kehadiran zacky dalam hidup kami merupakan berkah, kami berdua diberi kesempatan merawat anak kakak kami, karena ibu kandung zacky sedang mengandung 4 bulan dan ia juga memiliki anak kecil yang usianya 3 tahun, kakak ipar menjadi kewalahan menjaga bayinya, akhirnya dengan senang hati saya diberi kepercayaan menjaga zacky, kata kakak ipar “rawat saja dek untuk pemancing “ tentu kami bahagia sekali. Usia zacky 2 bulan saat itu, saat kami merawatnya di rumah, sekarang usianya sudah 10 bulan menginjak 11 bulan. Ini juga lah alasan mengapa pada akhirnya saya merasa harus mengurangi aktifitas di luar, saya tidak ingin melewatkan perkembangannya. Merawat dan menjaga anak bayi memang susah-susah gampang, Alhamdulillah ibu mertua selalu mengajari dan mengarahkan saya jika zacky rewel dan mulai banyak maunya, hehehe. Sekarang dia udah pinter mengekspresikan keinginannya. Sehat selalu ya nak, jangan cepet besar dulu :D
                Pergulatan batinku hadir kembali, ketika isu mutasi di kantor suami sampai kepada saya, yaa akan ada mutasi lagi di akhir tahun ini. Perasaan ini sama persis dengan perasaan di tahun kemarin, sewaktu menjelang akhir tahun 2016 berharap suami mutasi ke makassar. Dan tahun ini nama suami kembali di isukan masuk list mutasi ke daerah, entahlah daerah mana, yang pasti sih katanya di luar sulawesi. Suatu waktu, sebelum kami terlelap di tempat tidur, dia pernah mengatakan ini kepada saya “ Sayang, ikhlaskan saya berkarier” Kamu harus kuat, ini tidak akan lama, ini hanya sementara. Kamu harus kuat, Dimanapun saya pindah nanti, saya akan pulang. Ini hanya sementara. 
Dan Kata-kata ini kembali terbayang dan terlintas di pikiranku.
               
Ya, Tuhan..
Engkau yang maha mengetahui atas segala sesuatu, sedangkan hambamu tidak mengetahui.
Boleh jadi aku menyukai sesuatu tetapi itu tidak baik untukku, boleh jadi aku membenci sesuatu padahal itu yang terbaik untukku.
Berilah yang terbaik menurutMU, bukan Menurutku.
Berilah yang terbaik..
Dunia atas segala kekuasaanMU, ini hanyalah sementara.
Dunia ini hanya Sementara.

Komentar

  1. wahhhh jadi Zacky unyu2 itu yg di instagram, tinggal bareng chinta sm ayyub? ahhh senangnya,.. semoga kata kakak ipar "untuk pemancing" bisa diijabah ya aamiin. Semangat selalu Chinta, benar kata Suami, yg penting pulang pasti pulang ^^ samawa syg ya. Kapan2 sy bertamu ke rumahmu kalau dikau libur.

    BalasHapus
  2. iya mom, yang sering di instastory.. hehehhe. Zaky.
    Amin... Amin... makasih doanya Mom. :D
    kabarin kale maki ke rumah..

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini