Langsung ke konten utama

...Tentang perhatian yang gak selalu harus begini dan begitu !


  
Memiliki seseorang yang membuatmu selalu bersemangat menjalani hari-harimu itu adalah sebuah kesyukuran luar biasa yang setiap kali harus kita panjatkan dalam doa-doa kita kepada sang pencipta.

Aku kadang tidak selalu harus memberi perhatian yang berlebihan kepadanya , apalagi perhatian yang aneh-aneh, kepada dia yang saat ini satu-satunya mengisi hatiku, Aku lebih suka menikmati perasaanku menikmati rasa sayangku dalam doa, Tidak selalu harus menanyakan kepadanya apa dia sudah makan atau belum ? dia sedang dimana? dan bla bla blaa..
Terlepas dari kesibukan yang mengurung kami berdua dalam ruang rindu yang teramat luas, kami juga berusaha menyepatkan waktu yang benar-benar ketika lowong , kami akan menyempatkan diri untuk mengobrol panjang lebar, apalagi jika 5-6 hari dalam seminggu telah berlalu , yaa ada satu hari dalam seminggu itu, kami akan menyempatkan diri untuk saling menceritakan apa yang terjadi dalam seminggu ini, namun bisa sempat, bisa juga tidak.
yaa kami berusaha, didalam padatnya kesibukan.

     Aku dan nduut, Berusaha saling mengingatkan tentang kesehatan, hanya sesederhana itu pertanyaan pertama ketika seminggu kami terpenjara oleh kesibukan.
“Halooo..
“Ndutt, Bagaimana sehat- sehat?
“Iya, Alhamdulillah.. sehat
“Lagi ngapain ?
“Ini lg kerja tugas,,
“Mhh,, yaa sudah selamat belajar , saya barusan pulang kantor, mau istirahat dulu.
“Assalamualaikum..
“Walaikumsalam..
Aku Harus Bijak Mengakhiri obrolan ini, meski keadaan hati dalam Grafik Kangen yang memuncak, yaa sedikit lagi mencapai klimaks Rindu. Bagiku kesehatannya , Waktu istirahatnya jauh lebih penting. Seperti itulah perbincangan Sederhanaku dengan nduut, dan ini adalah obrolan yang paling kufavoritkan ketimbang harus bertanya, sudah makan? sudah mandi? atau apalah..
hal di atas bukan pertanyaan yang begitu menarik yang bisa menggerakkan lidah kami untuk menanyakannya.

     Bagiku menanyakan kesehatan , itu sudah mencakupi semua item pertanyaan yang ingin diketahui dari pasangan kita.
yaa itu bagi kami.
Karena nduut bukan superman, Dia bukan Ironman, Bukan Captain America, Bukan juga anggota dari geng Transfomers, lebih lebih lagi Dia bukan seorang Batman, BUKAN !
Dia hanya Pria biasa, manusia biasa, Sama seperti diriku.
yaa, …. He’s just ordinary Man, But I’m ordinary Woman with Extraordinary Luck, I’m lucky to have you my prince”
gak mungkin setiap 3 kali sehari aku akan bisa ngingetin nduut untuk makan, gak mungkin 5 kali dalam 24 jam nduutt akan bisa mengingatkanku untuk ibadah. sementara begitu banyak hal yang memerlukan perhatian dan tanggung jawabnya misalnya urusan kerjaan. Bahkan aku tidak bisa mengingatkan nduutt untuk mandi 2 kali sehari, mengingatkannya untuk hati hati sepulang kantor, untuk jangan terlambat istirahat, iyaa.. kami gak selalu bisa melakukan semua itu.

     Aku menyadari bahwa ketika dia dikantor, Dia adalah milik pimpinannya, dia adalah milik masyarakat yang membutuhkan bantuan akan pekerjaannya. jadi aku sebisa mungkin menoleransi dan mendukung apa yang terbaik untuknya.
Terlepas dari itu semua, kami bukan anak kecil lagi. kami tahu apa apa yang harus kami proritaskan dan lakukan, kami membiasakan diri untuk menjadi pasangan yang mandiri satu sama lain, tidak harus selalu di ingatkan, tidak selalu harus nyari nyari perhatian dengan ngeluh ngeluh di status bbm, disosial media hanya karena ingin di ingatkan, TIDAK ! Kami , berusaha tidak menjadi seperti itu.

     Bagi kami perhatian itu tidak selalu harus begini dan begitu, perhatian itu sederhana, ya perhatian itu adalah peduli pada kesehatannya.
ketika pasangan kita berada dalam kondisi yang sehat, (fit) ia akan menjalani hari-harinya dengan baik, ia akan bisa bekerja dengan focus, aku juga bisa belajar dengan focus, dia bisa menyantap makan siangnya dengan lahap, ia bisa menikmati waktu olahraganya dengan teman temannya, bahkan sampai mampu terlibat obrolan yang berkualitas dengan pimpinan dikantornya.

     Sejauh ini, Aku dan ndutt dalam soal hubungan, Karena aku orangnya open minded, nerima hampir semua yang nduut sarankan, kadang nerima semua yang nduut usulkan, sementara nduut orangnya agak susah sih, dia lumayan kekeuh dengan pemahaman pemahaman yang telah lebih dulu diketahuinya. tapi justru itu yang membuat kami jadi lebih asyik bertukar pikiran. Jarang bertemu, karena berada dalam keterpisahan oleh jarak, buatku bukanlah suatu hal yang akan meruntuhkan apa yang ku bangun setahun belakangan, yaa detik ini keyakinan itu masih membentengi perasaanku dari godaan godaan rasa menyerah.
Dari Kedekatanku ini Aku jadi punya banyak hal yang bisa kupelajari Bahwa,

……… Hubungan, Bukan soal seberapa seringnya kita bertemu, Bukan soal seberapa seringnya kita hangout ke tempat- tempat mewah, bukan tentang seberapa seringnya kupingmu menjadi panas karena habis teleponan sampai larut malam bahkan bisa sampai dini hari lalu mengabaikan kesehatanmu dan pasanganmu, Bukan soal soal seberapa seringnya dia membalas bbm, pesan singkat, atau koment-komentan disosial media, menanyakan sudah makan, sudah mandi? dan bla bla bla..
Tapi, Hubungan itu adalah kepedulian tentang hal yang gak selalu musti begini dan begitu.
sesederhana peduli pada kesehatannya, dan memastikan dia baik-baik saja, itu sudah lebih dari cukup.

     jarang bertemu lebih baik dari pada sering bertemu dengan obrolan yang itu itu saja, kuantitas tidak jauh lebih baik dari pada kualitas dari sebuah pertemuan. Lebih baik punya Kualitas dari pada hanya sekedar kuantitas yang isinya semu belaka. Aku selalu percaya Tuhan mendekatkan kami bukan tanpa tujuan, entah itu untuk saling belajar , saling mengajarkan, yaa Tuhan selalu punya rencana, dan yang kuyakini Rencana rencana tuhan adalah yang terbaik dari pada rencana hambanya, semoga kami diberikan yang terbaik dari kedekatan ini.

….” Seindah apapun cerita, ia takkan bermakna jika tak memiliki suka duka, seindah apapun nada dapatkah ia dimengerti jika tak ada jeda ? Seindah apapun huruf terukir dapatkah ia bermakna jika tak ada spasi ? , Bukankah kita akan saling bergerak jika memiliki jarak ? dan dapat saling menyayang jika ada ruang ? yaa, semua bukan tanpa tujuan, percayalah.
Jeda, jarak, berminggu-minggu dan jika sampai berbulan-bulan waktu yang terlewati tanpa bertemu bukan tanpa rencana, Tuhan akan selalu memiliki tujuan , dan itulah keyakinan. Aqidah yang tak bisa teruntuhkan oleh ketidakpercayaan , bahkan oleh derasnya hujan saat musim penghujan tiba.


… Kemarilah sayang, Genggam tanganku.. Tapi, jangan terlalu erat yaaa,  karena aku tak ingin digiring, Aku ingin seiring denganmu “
Berjalan bersama, saling merekatkan jemari, ayoo kita mencoba cita-cita baru kita, Menjadi Arsitek.
Kita, kita adalah Arsitek dari kebahagiaan kita, kebagiaan yang kita petakan dikepala, lalu satu demi satu membangunnya, dengan niat, usaha dan doa.









    

love,
Chintasih Masnitarini
-Moccachinta-

Komentar

Postingan populer dari blog ini