Langsung ke konten utama

Hidup penuh ketidakpastian, tapi perpindahan adalah sesuatu yang pasti (Tentang sebuah perpindahan) !


Tentang sebuah Perpindahan..
( Hidup penuh ketidakpastian, tapi perpindahan adalah sesuatu yang pasti )




Ada saatnya aku menjadi begitu labil ketika bersama orang-orang rumah, ada saatnya juga mampu menjadi begitu dewasa ketika berhadapan dengan mereka. Rumah bagiku adalah hartaku di dunia, disanalah kita menghabiskan hampir separuh waktu kita dalam hidup di dunia. Rumah tempat kita selalu pulang, tempat kita menghabiskan berjam-jam waktu luang. Sebuah Buku, earphone, music, kopi, juga orange juice sangat berpotensi membuat hari-hariku tak muram dan membosankan juga menjadi tak cemberut. Yaa, aku seperti merasa tak perlu jauh-jauh mencari bahagia, karena bahagia itu bersatu padu di tempat ini.

Disamping setumpuk kesibukanku sebagai siswi di Fakultas Kedokteran aku tak pernah lupa menyempatkan diri untuk berkumpul dengan orang-orang rumah, karena Abangku yang pertama udah gak tinggal serumah lagi dengan kami, maka salah satu pihak selalu ada yang berinisiatif untuk menanyakan kabar lebih dulu juga mengunjungi terlebih dulu, tergantung siapa yang waktunya lagi kosong maka dia yang duluan datang untuk maen ke rumah. Yaa.. maklum kesibukanku juga tidak sedikit, belum lagi urusan sekolah. Jadi anak kedokteran itu konsekuensinya adalah “jadwal pacaran” akan berkurang, gak bakalan se-loyal pasangan lain dalam urusan waktu. Ini bagiku.. apalagi kalau tugas-tugas udah numpuk, besoknya ada diskusi panel malamnya musti harus baca text book, jurnal, slide-slide dokter, apalagi kalau besoknya ujian, maka malamnya siap-siap untuk membakar kumpulan soal-soal untuk dijadikan bubuk kemenyan dan berdoa semoga soalnya persis 100%, ahh,, sudah ini mustahil.. aku cuma bercanda.


Semenjak menginjakkan kaki di Fakultas Kedokteran, harus ku akui kalau memang hidupku benar-benar berubah, dulu yang mungkin masih sering males bangun pagi, sering tunda-tunda untuk lakuin sesuatu, disini semua berubah hampir drastis, sekarang sebisa mungkin aku mengusahakan untuk datang on time jika sedang ada janji dengan teman dekat, dengan teman-teman diluar institusi, juga selalu berusaha datang ke kampus dengan on time, ngumpulin tugas tepat waktu, sampai kemarin juga Alhamdulillah Skripsi bisa selesai before time.

Dulunya aku orang yang lumayan gak terlalu peka ama lingkungan sekitar, rada rada gak peduli ama diri sendiri, bukan juga urakan kayak berandalan.. bukan, tapi semenjak masuk ke dunia kedokteran aku selalu memerhatikan kebersihan, yaa paling dekat kebersihan diri, “Semua anak kedokteran itu cantik, sayangnya Mereka masih sekolah” , eitss.. jangan ngartiin cantik itu hanya putih yaa.. tapi cantik itu bersih. Banyak diluar sana yang gak ngerti kesehatan karena hanya ingin kelihatan cantik dengan substansi arti kata cantik bahwa harus putih itu malah rela-rela suntuk suntik vitamin C, pakai pakai produk kecantikan yang berbahaya, yang malah bakalan punya dampak negative bagi kesehatan. Bagi anak kedokteran cantik itu adalah bersih, bagaimana ngejaga kesehatan, cuci dan bersihin muka sehabis pakai make up, pakai lotion secukupnya, ngejaga kebersihan rambut suapaya selalu sehat dan wangi, yaa hal-hal kecil namun begitu punya arti, selalu cuci tangan pakai sabun, kebiasaan-kebiasaan ketika berada di Rumah sakit, saat ngejenguk pasien, atau bahkan selalu cuci tangan habis lakuin sesuatu. Semua itu ala bisa karena biasa..

Masa-masa putih abu-abu yang selalu kulalui dengan yang gak usah terlalu banyak mikir, sepulang sekolah masih bisa kumpul dengan teman-teman sepermainan, karena dulu punya hobi olahraga basket maka hampir setiap hari aku akan mampir di lapangan basket jika kegiatan sekolah selesai. Masa-masa yang gak terlalu banyak mikir besok ada tugas apa, besok ada diskusi apa? masa-masa yang menurutku belum terlalu dihantui oleh kecemasan hari ini habis lakuin apa aja? bermanfaat gak ? masa-masa dimana yang ada cuma sekolah dan rasa leyeh-leyeh bersama teman-teman masih tinggi, yaa yang penting bisa happy-happy sama teman-teman disitulah hidup akan lancar jaya.

Seperti kemarin saat hari minggu aku ngumpul dengan teman-teman arisan yang notabene isinya adalah macam-macam karakter dan latar belakang pendidikan berbeda, salah satu diantara mereka ada yang dulunya masih sering jalan bareng ketika dia belum menikah sekarang kalau kami ketemu obrolannya udah banyak berubah mulai dari aku akan lebih sering menanyakan kabar dia dan suaminya, kabar calon dedek bayi diperutnya, juga aku akan lebih banyak mendengarkan tentang keluhan yang dia rasakan selama dia mengandung dan mengingatkannya untuk tetap menjaga kesehatannya karena bisa dikatakan mobilitasnya juga terlalu tinggi. Yang lain ada yang membicarakan tentang kesibukan kantornya, persoalan pendidikan S2 , juga tentang tips tips ketika memiliki anak nantinya. Semua obrolan-obrolan itu adalah obrolan yang tidak pernah kutemui saat masa-masa putih abu-abu dulu.

Suatu ketika aku juga pernah bertemu teman sekelas saat SMA di salah satu Shooping centre di Makassar, dan dia sudah menggendong seorang bayi perempuan lucu ditemani oleh suaminya, awalnya aku tidak menyangka kalau itu benar-benar si Ani(nama samaran aja ya) karena yaa aku tahu dia orangnya seorang akademisi dan menikah muda bukan menjadi prioritasnya, namun kembali lagi.. semua yang ku ceritakan diatas bahwa hidup ini memang penuh ketidakpastian tapi perpindahan adalah sesuatu yang pasti. Aku yang dulunya sangat Kontra dengan sebuah hubungan jarak jauh, yang ada dalam pikiranku saat mendengar teman-temanku menceritakan tentang Hubungan Jarak jauhnya adalah ngeri sendiri membayangkan bagaimana ketika rasa kangen pengen ketemu tapi terbatasi oleh jarak, dan kini.. aku yang ada di posisi demikian. Emang Gak pernah ada yang pasti, tapi kita akan selalu berpindah…

Si pacar aja kemarin dapat wilayah Dinas di Polewali sekarang tau tau udah ada di Kabupaten Mamuju.. , apalagi terakhir dia sempat cerita kalau ada rencana mutasi ke wilayah yang lebih jauh.., pindah ke Papua.
Yaa Perpindahan itu hal yang pasti, semua orang akan berpindah , akan berpindah dari tempat yang lama ke tempat yang baru. Dia sempat ngeluh tentang proses sosialisasi di tempat yang baru, banyak sekali yang selalu menanyakan tentang program jaminan kesehatan nasional yang sedang gencar-gencarnya dilaksanakan oleh pemerintah itu, dan sedikit banyak membuat dia kewalahan, tapi semua itu hanyalah proses dari sebuah adaptasi, bukan sebuah hal yang patut dicemaskan secara berlebihan.

Coba lihat, Kalau kita perhatikan dengan seksama Bumi ini juga berpindah, berputar mengitari porosnya,  pagi akan berganti siang lalu siang akan berganti malam, sedih akan berganti bahagia, pesawat-pesawat yang berlalu-lalang akan selalu mengangkut penumpang dari satu tempat ke tempat lain, mobil-mobil dijalan raya juga bepindah tempat kilometer demi kilometer, sampai partikel partikel kecil dalam kehidupan yang tanpa kita sadari juga mengalami perpindahan, debu-debu akan beterbangan, bunyi pun juga berpindah tanpa kita sadari, udara juga awan di langit yang luas ini akan berpindah tempat, air dari pegunungan juga akan berpindah dari tempat tinggi ke tempat yang lebih rendah, panas matahari sesekali akan digantikan oleh rintik hujan, musim kemarau akan digantikan oleh musim penghujan, semua bukan tanpa alasan melainkan sudah merupakan eksekusi kontrak sebelum kita lahir di dunia ini, suka tidak suka, senang tidak senang harus tetap dijalani sebagai sebuah skenario yang memiliki Prolog, isi, lalu penutup.

                  Pada sebagian orang Perpindahan akan menjadi hal yang berat, hal yang menjengkelkan, hal yang begitu takut untuk dilakukan seperti ketika berusaha berpindah pada hati yang baru setelah merasakan bagaimana yang namanya patah hati, merasakan yang namanya kecewa, bahkan juga sebuah rasa putus asa. Arti perpindahan akan menjadi abu-abu baginya, maju tak ingin, mundur pun tak berani. Jika kita melihat perpindahan sebagai suatu yang menyedihkan maka ketakutan akan menghantui kita, mengapa kita tidak mencoba berfikir bahwa perpindahan akan menghasilkan hal-hal yang baru, sesuatu yang berpotensi untuk menghidupkan hal-hal baru yang lebih menyenangkan, perpindahan akan membuat kita mendapatkan yang lebih baik meski awalnya kita akan membanding-bandingkan tempat lama dengan tempat yang baru, antara hati yang lama dengan hati yang baru,  namun itulah naluri alamiah seorang manusia selalu menjadi analis yang baik kepada hal-hal yang menimpa dirinya.

                  Saat menulis ini jujur aku lagi ngebayangin kalau pacar suatu saat bisa satu kota denganku disini, yaa kan gak ada yang gak mungkin.. entah suatu hari nanti jika kami berjodoh, aku yang akan ikut ke yang tempat baru yang belum pernah ku kunjungi sebelumnya dan menjadi Dokter disana, ataukah dia yang akan menemaniku disini. Entahlah, Hidup memang penuh ketidakpastian, tapi perpindahan itu hal yang pasti. hmmmmm… paling tidak yang kutahu sekarang Aku telah berpindah, pindah ke hatinya, rumah baruku, pindah  ke hubungan yang baru, pindah ke hubungan yang menyenangkan, lebih indah, lebih menantang, dan  yang paling penting lebih nyaman.






@moccachinta




Komentar

Postingan populer dari blog ini