Langsung ke konten utama

Kamu tidak harus selalu memenangkan argumen, Sepakatlah untuk tidak sepakat !


Kamu tidak harus selalu memenangkan argumen, Sepakatlah untuk tidak sepakat
( Bertemu Dokter R di Coffee Shop )



“..Kak cinta…… ,kak cinta…, Caramel Macchiato..”

Suara Barista di coffee shop itu memecah heningku saat asik menatap layar gadget ditanganku. Aku pun berdiri lalu menghampirinya untuk mengambil segelas caramel macchiato pesananku lalu kembali mencari tempat duduk. Aku seorang pecinta kopi, bersama kopi aku selalu menemukan beberapa hal yang menarik, menemukan banyak ide, dengan kopi juga aku merasa tidak pernah sendiri, kopi memang adalah teman sejati bagi penikmatnya, beberapa orang mungkin akan setuju denganku tentang hal ini.

“ Maaf mbak, meja disini ada orangnya gak ?”
“.. iya ada kak, ini saya orangnya, jawabku pada pria berkemeja hitam berkerah sore itu, aku menjawab sambil tersenyum dan dia pun ikut tersenyum tanpa sadar.
..”iya,, kosong kok kak, saya cuma sendiri.
“ oh, iya terima kasih, karena meja yang lain sudah penuh. saya pikir mbak lagi nunggu teman.
“.. iya tidak kak, silahkan… “


Kejadian seperti ini bukan yang pertama kualami, ini sudah sering sekali terjadi padaku ketika menikmati waktu luang di coffee shop ber wi-fi, kadang ketemu teman lama yang udah lama banget gak ketemu, ketemu teman SMA, ketemu temen jurusan di fakultas biologi dulu, pas lagi asik googling atau streaming video lagu-lagu baru, nyari-nyari jurnal, artikel-artikel paling baru, eh ada yang ngagetin, kadang juga ketemu temennya temen dan kebetulan aku kenal dia, kadang ketemu mantannya temen yang putusnya baru aja, ada yang putusnya udah lama banget dan dia masih nyapa aku sebagai temannya mantannya, kadang ketemu mantan gebetan, ketemu gebetannya mantan, eh sampai ketemu mantan sendiri, zzzz kadang juga ketemu yang pernah kenal baik tapi pura-pura gak kenal karena udah dengan gandengan baru, dan bahkan pernah ada yang cuman ngelirik aja, senyum-senyum pura pura kenal padahal sama sekali gak kenal. ah, sudah.. lah bukan ini yang jadi poin pentingnya, yang pasti ada-ada saja hal yang aku temui kalau lagi diluar sendiri dan lagi ngopi.

“ Minum apa mbak ? “ suara kakak di samping mejaku membuat konsentrasiku stuck sejenak dan menghiraukan pertanyaannya.
“ oh, ini kak.. pesan kopi caramel.
“ suka kopi ya ? atau memang suka kesini ? serius banget dari tadi sama komputernya ? hhe
“.. iya kak, suka kopi, suka kesini, dan lg nonton tutorial bikin web.
aku menjawab sambil senyum kemudian kembali ke layar laptop.
Phhfftt….
Aku mulai menerka-nerka umur kakak laki-laki yang duduk di samping mejaku ini tapi dalam keadaan berhadapan denganku. Aku sebenarnya bukan grogi ataupun nervous, tapi lebih kepada orang ini kok dari tadi nanya banyak sekali mulai dari aku mesan apa, dan apa aku suka kesini, se detail itu, 20 menit berlalu , dia kemudian memesan minuman.
lagi lagi barista memanggil sebuah nama,,
“ Kak.. R……… ” Strawberry Frapuccino
ohhh, namanya kak R. Gumamku dalam hati.

Menit itu juga, Aku langsung teringat kejadian dimana aku bertemu Fahmi teman baruku, Umurnya lebih tua beberapa tahun tapi gak mau dipanggil kakak, “ ah, panggil Ge ajaa “ itu katanya. Kejadiannya sama. Saat aku menikmati expresso hangat bersama arum anak koss gigi yang hobi banget galau ( hha, piss yaa arum ) di warung kopi masa kini salah satu Mall di kotaku, sebenarnya fahmi adalah teman arum, tapi karena saat itu fahmi lagi kedapatan jalan sendiri dan kebetulan melintas pas di depan meja kami, alhasil transitlah dia untuk bercerita sambil diskusi banyak sekali hal, fahmi lulusan S1 IT, Strata 2 dia ngambil ilmu pertambangan UI di Salemba karena musti ngelanjutin bisnis dari orangtua yang bergerak di bidang Pertambangan, lulus S1 di singapura gak gampang loh, menurutku dia beruntung banget bisa mengenyam pendidikan di sana, dan suka duka sekolah disana dia juga cerita ke kami, makanya kenapa sekarang dia nikmatin banget waktunya kalau lagi ada free time sebelum balik kerja on lagi di tambang, ceritain suka duka di lokasi yang gak ada signal gadget dan bermacam macam kegalauan lainnya termasuk soal Patah hati.
Mungkin si fahmi sekarang lagi batuk batuk karena masuk di cerita blog kali ini, ah ga papalah.. kalau kamu balik ke Makassar traktir gue sama arum yaa oke fix, itu aja.hhhahaha. emmm Dia teman yang baik, untuk porsi teman baru bagiku yaa dia anak yang baik.

hmmm, jam tanganku sudah menunjukkan hampir 30 menit aku duduk disini, aku pun berfikir sepertinya aku akan punya teman baru lagi. dan ternyata benar, sejak saat kejadian di coffee shop sore itu, aku dan kak R menjadi teman, dia adalah Dokter yang lagi internship dan sedikit lagi selesai, dia adalah Dokter lulusan Sekolah Kedokteran Negeri di sini, dia meluangkan waktu untuk minum kopi sambil browsing juga karena lagi mendaftar online di salah satu perusahaan untuk menjadi dokter disana, Jujur aku terkesan pada kemampuannya mengatakan hal yang tepat bahkan ketika aku pun sama sekali tak terpikirkan untuk memikirkannya duluan, Menurutku Dia salah satu manusia langka yang aku temui yang ketika bersalah, segera mengakui dengan kepala tegak dan ego yang utuh, Dia tidak merasa perlu memenangkan setiap argumen dan menjadi orang pertama yang mengakui ketika dia tidak bisa memenangkan argumen itu.

Pembahasan demi pembahasan satu persatu teramu jadi satu cerita sore itu, mulai dari memperbincangkan tentang era BPJS untuk masa depan Dokter, manfaat bagi masyarakat, membicarakan biaya sekolah kedokteran yang semakin hari semakin menguras isi kantong, tentang pembangunan kesehatan yang sampai hari ini tidak merata, sampai tentang kota Makassar sedikit lagi bermutasi menjadi kota jakarta, membicarakan AFTA, membicarakan problematika setelah pengesahan UU Pilkada,  tentang suka-duka menjadi dokter baru di daerah, tentang dia, tentang banyak hal. Dari semua pembahasan, dia tidak pernah menyepakati satu pun argumenku, ketika aku berargumen bahwa era BPJS ini sudah dapat meringankan beban masyarakat menyangkut problem kesehatan, baginya belum.
ini salah satu contoh obrolan yang masih kuingat ketika aku menulis ini.

Ketika dia melihat bahwa beberapa argumentasi menghadapi jalan buntu dengan tenang ia menyatakan seperti seorang pemenang hadiah Nobel
“ Kamu tidak bisa menyakinkanku dan aku tidak bisa menyakinkanmu , jadi mari kita sepakat untuk tidak sepakat “

Aku sulit sekali membantah pernyataan itu.

Aku belum pernah mendengar pandangan seperti ini sampai aku bertemu dengannya. Karena bagiku argumen selalu di mulai dari dua pihak dan berakhir dengan satu pemenang saja, dan jika ia. maka aku harus jadi pemenang, Argumen tidak bisa diakhiri dengan angka seri.
Itu tidak mudah, terutama dalam sebuah diskusi lepas dan dadakan seperti ini, apalagi dengan orang baru.
Banyak hal yang kupelajari dari bincang- bincangku bersama Dokter R, banyak sekali yang ku ketahui tentangnya, usianya, kesukaannya, tempat tinggalnya, dan ternyata dia adalah keponakan dari Profesor Dosen pengajar yang ku Idolakan di bangku kuliah, sekali lagi banyak hal tapi tidak tentang hatinya. Banyak pula yang ia tahu tentangku, usiaku, asalku, dimana aku bersekolah, hobiku,  tapi tidak sekalipun hatiku.

Sepakat untuk tidak sepakat ?? itu berarti tidak seorangpun harus benar dan tidak seorang pun harus menjadi salah.

Jika benar bahwa pria berasal dari Mars dan wanita dari Venus, sesungguhnya mereka adalah teman yang baik. Satu hal yang penting ; Membuka diri tidak sama dengan menyerahkannya, membuka diri kepada siapapun akan membuka ruang, di ruang kecil itu ada teras untuk tamu.
Bagaimana dengan Hati ? Ia adalah rumah, ditangan kitalah yang memegang kuncinya, pada siapa yang kita biarkan masuk sampai ke inti, pada siapa saja yang hanya menyapa sebagai tamu kemudian pergi.
Ingat, ditanganmu tergenggam kuncinya, bukalah lebar-lebar pintu itu pada yang kau perkenankan masuk sampai ke inti.
Jadi tak usah takut untuk membuka diri dengan siapa saja, bisa saja orang yang baru kau kenal sebenarnya adalah orang yang mampu memberimu pengetahuan tentang sesuatu, bisa saja orang baru yang kau temui di suatu tempat dimanapun itu adalah hal yang terbaik yang membuatmu belajar, sekali lagi selamat ngopi-ngopi dan ngobrol-ngobrol dengan siapa saja yang baik-baik yang bisa membuat kita jadi lebih baik.


Terima kasih Dokter R, senang bertemu dan berkenalan dengan kakak.




Komentar

Postingan populer dari blog ini