Langsung ke konten utama

#Duapuluhtiga dan sebuah prioritas


 Dua puluh tiga dan Sebuah Prioritas



Muncul dengan chat di facebook secara tiba-tiba, sebut aja dia Yudha temen kecil sewaktu saya tumbuh di rumah nenek.

Yudha :” Taaaaaaa’ apa kabar lu ??
*HAHAHAHAAAA
Sekolah gimana sekolah ?
Nikah gimana nikah ?udah belum ?
HAHAHAHAAA
Me : (((((( Sumpah, dia mirip Setan ya, ketawanya itu bikin RwrrRrr ))))

Percapakan ini sebulan yang lalu terjadi, ketika ia punya urusan yang harus di selesaikan dan transit ke kota saya. Akhirnya bertemulah kami sebagai teman lama, juga sebagai kakak-adik, yang kebetulan dia tua setahun dariku. Yudha anak teknik Perminyakan salah satu Universitas Unggulan di pulau jawa, yaa dari kecil yang saya tahu dia senang sekali dengan pelajaran bongkar membongkar, terutama membongkar mainan saya kalau dia lagi main ke rumah. Loh kok dia masuk teknik ?? hmm, sudahlah.

            Yang pasti banyak yang berubah ketika kami bertemu, banyak juga yang tidak pernah berubah dari dia, berubah mungkin karena sekarang dia udah tinggi banget, badannya yang dulu kurus kering sekarang sudah gagah dan tegak, yaa ibarat sudah seperti bapak-bapak pengusaha real estate di jakarta, saya aja sampai pangling pas ngejemput dia, ( eh,, itu bennerran loooo ???? ) Gw pura pura mati dulu kali ya.

Iya setengah percaya dan gak percaya sih, hmmm time flies sangat gak kerasa ketika kita udah dewasa dan ketemu ama temen kecil kita, pada akhirnya kita akan sadar bahwa ( sumpah yaa gue udah tua banget nih hhu). Hal yang tidak pernah berubah dari dia adalah kebiasaan makannya yang suka nyampur merica di mangkok makanannya, juga paling anti sama jeruk nipis. yang tidak berubah dari 1000 tahun lalu dia tetap yudha yang saya kenal, meski banyak berubah secara penampilan, namun kepribadiaannya masih seperti dulu, belum jadi ganda.. HAHAHAHA* ( Sekarang gantian jadi setan )
Akhirnya setelah nganter temen saya yang lumayan rempongnya selangit, tibalah kita di obrolan santai saat ngopi di coffee shop sekitaran Jalan Bontolempangan.

Yudha : “ …… Yaa, sebenarnya gak pernah ada orang yang benner-benner sibuk sih ta’ tergantung lu ada di prioritas keberapa bagi dia, itu aja simpel kok ! Kalau lu selalu ngerasa laki-laki itu mahluk sibuk dan dia segitu sennengnya dengan kesibukan dia dengan kerjaan dia, tapi kalau di dalam hidupnya ada yg diprioritaskan, apalagi dalam keadaan punya pasangan, laki-laki pasti sedikit banyak prioritasin pasangannya. Yaa, gak jauh-jauh sebut aja pacar lah.. terlalu jauh kalau gw ngambil contoh rumah tangga… “

            Sejak pertemuan hari itu dengan yudha, lagi-lagi saya jadi belajar banyak hal. Hal sederhana namun bermakna, Malam ini pun andai bukan karena beep sms yang masuk di inbox ponsel berisi ucapan “ Selamat Ulang Tahun” mungkin hari ini saya lupa jika hari ini adalah pergantian usia saya memasuki dua puluh tiga, ucapan dan doa dari kedua kakak laki-lakiku juga mama membuatku kembali bercermin bahwa begitu pentingnya mereka di dalam hidupku,begitu pentingnya pergantian usia dilewati bersama orang-orang yang kita cintai,  mereka begitu memprioritaskan saya dalam hidupnya, selalu berusaha membuat saya bahagia, mama, kedua abangku yang selalu berusaha bertanggung jawab atas kecukupan sandang panganku, bertanggung jawab atas kecukupan psikologisku, meskipun kadang-kadang saya suka ngenyel untuk cari cekeran jajan sendiri untuk sekedar tambahan jajan beli kuota internet, beli pinsil alis dan punya ongkos sendiri untuk ngopi ataupun sekedar nonton dengan teman-teman.

Begitu bersyukurnya saya memilki mereka dan masih memiliki mereka, dua puluh tiga tahun sudah waktu berlalu bersama mereka, dan hari ini saya kembali mengulang moment ulang tahun yang semoga tahun depan masih bisa kulalui bersama mereka yang sepenuh hati kusayangi.
Memang ada benarnya yang yudha bilang ; Hidup ini adalah prioritas. Bahkan dalam hal menentukan pendamping hidup ke depan. Itu Tergantung kita ditempatkan diprioritas keberapa bagi dia.

…. “ Karena pada akhirnya yang Kita butuh adalah seseorang yang memprioritaskan diri kita dalam hidupnya, kita butuh seseorang yang menganggap kita penting, menganggap kita sebenar-benarnya ada. Pada akhirnya kita membutuhkan seseorang yang bukan sekedar berani memercayakan masa depannya bersama kita namun ia memang mampu memercayakannya, kita butuh seseorang yang mampu melengkapi dan mengisi ruang-ruang dari sisi kita yang kurang, kita butuh seseorang yang mengusahakan hal-hal tersebut, kita butuh seseorang yang selalu merasa bahwa akan ada saat dimana ada hal yang lebih penting ketimbang yang lebih seru,yaa seluruhnya kita butuh seseorang yang mencukupkan bahagia kita, bukan sekedar bahagianya saja.

Dan, saya pun ternyata butuh itu.

Lalu,  sudahkah kalian diprioritaskan hari ini ?? hmmm..
Semoga Selalu ya.




Bismillahirahmanirrahim untuk #Duapuluhtiga
:”)))))))))








( Thank you yudha untuk sharingnya yang sederhana namun sarat makna, suksessss buat lu yaaaa, asmara dan karier yesss !! semoga kita bisa quality time lagi eiittsss, tapi dengan syarat pas kita ketemu gue udah punya gelar Nyonya, biar lu gak ngehina-hina gue lagi, HAHAHAAHA , Duaaaarrr *Amiinnnn )

Komentar

Postingan populer dari blog ini