Langsung ke konten utama

Untuk kamu, yang (tidak pernah) tahu cara mencintaiku..



Untuk kamu, yang (tidak pernah) tahu cara mencintaiku..

Mungkin tak pernah sempat terpikirkan di benakku aku akan menjatuhkan hati kepadamu setelah pertemuan kita sore itu, sebuah perkenalan sederhana kita saling bertukar kata di sebuah  restoran, obrolan yang sederhana namun sarat makna, sampai akhirnya kita pelan-pelan ; aku dan kamu menjadi saling mengenal tapi belum terlalu dalam, banyak hal yang kau ceritakan kepadaku, tentang alur kehidupan, tentang masa-masa kecilmu, tentang hal yang kau sukai, hal yang tidak kau sukai, demikian juga aku kepadamu. Nyatanya aku jatuh pada obrolan pertama kita.


Untuk kamu, yang (tidak pernah) tahu cara mencintaiku..
            Aku selalu ingat masa-masa itu, masa-masa awal perkenalan dan pertemuan kita hingga kini kita masih saling belajar untuk memahami satu sama lain.
Sayang,
Suatu hari nanti kita akan disibukkan oleh urusan masing-masing, saat dimana cinta dan setia adalah taruhan, yang dulunya jarak menjadi ringan bagi kita berdua, suatu hari nanti akan ada masanya jarak menjadi keresahan terbesar, kita akan di hantam rasa yang tidak karuan. Kelak (mungkin) aku akan lupa mengabarimu, kamu pun akan lupa mengabariku karena kesibukan kita masing-masing, mungkin kamu akan lupa membalas pesan singkatku karena banyaknya pekerjaanmu, aku hanya ingin kamu ingat dan tetap percaya bagaimana kita telah melalui waktu yang tidak singkat ini,  ingatlah bahwa ; kita adalah sepasang hati yang berjuang sepenuh hati.

Untuk kamu, yang (tidak pernah) tahu cara mencintaiku..
            Sayang, percayalah tidak akan ada yang membuat kita tetap kuat melalui semuanya, selain tetap percaya dan terus belajar menjaga. Kita punya tujuan yang sama, apapun yang kamu lakukan saat ini adalah untukku, demikian pun aku, dan kita di masa depan nanti. Dan berbagai hal yang kamu perjuangkan sepenuh hati adalah hal terbaik kelak.
Tetaplah percaya..

Untuk kamu, yang (tidak pernah) tahu cara mencintaiku..
Mungkin kau akan bertanya-tanya dalam hatimu. Saat melihat tulisan-tulisanku, di blog, di akun sosial mediaku, dan apa saja yang aku tulis, hampir semuanya adalah tentangmu, kamu pasti merasakannya. Tulisan-tulisan yang aku tulis tentang perasaanku hanya agar kamu mengerti bahwa ada hati yang harus kamu jaga, kurang lebih perasaan cinta memang adalah perkara kata dan rasa, dan lewat tulisan ini tak bosan-bosannya ku katakan itu.

Untuk kamu, yang (tidak pernah) tahu cara mencintaiku..
            Rasanya memang lucu, saat kamu tidak disampingku aku merasa waktu seakan melambat, namun ketika mata kita saling bertemu untuk melepas rasa sesak di dada karena kehadiran yang jauh di pelupuk mata, rasa kangen ini, entah mengapa waktu melaju begitu cepat seperti memakai Nos, Tapi tidaklah mengapa karena sepertinya ini adalah seni dari dua orang yang sedang berjuang mencinta. Aku sungguh menikmati perasaan ini, perasaan yang ku biarkan mengalir dengan tenang, justru inilah yang membuatnya menjadi manis, jarak akan membuat kita saling bergerak, jarak akan memberikan kita ruang untuk saling berjuang, membuat rinduku terus tumbuh.

Untuk kamu, yang (tidak pernah) tahu cara mencintaiku..
                   Bagiku Menjadi bahagia adalah pilihan karena hidup ini adalah wewenang dari masing-masing kita dan aku memilihmu. Meski butuh waktu yang tidaklah singkat sampai aku akhirnya memantapkan hati memilihmu menjadi pendampingku (kelak), memutuskan menerima lamaranmu, memilihmu menjadi laki-laki yang akan terbangun di sisiku pada suatu pagi, memilihmu menjadi laki-laki yang ku peluk erat saat dunia ini seakan meremukkan semangatku, memilihmu menjadi laki-laki yang akan menghabiskan waktu luangnya denganku saat dunia ini mengacuhkanku, memilihmu menjadi laki-laki yang akan menjadi Bapak dari anak-anakku kelak, memilihmu menjadi laki-laki yang akan menggenggam jemari ini sampai kulit kita sama-sama mengeriput, memilihmu menjadi laki-laki yang ku cinta setengah mati.. hingga salah satu dari kita mati.

Untuk kamu, yang (tidak pernah) tahu cara mencintaiku..
                   Aku ingin apa yang kita jalani bersama tidak membuat beban di kepala kita, biarlah semuanya seimbang agar tidak membuat kita berdua kelelahan, suatu saat nanti ada saatnya kita akan saling berbagi dunia lebih dalam lagi, biarlah sekarang tetap pada porsinya, kamu yang tidak pernah mengirimkan kalimat-kalimat romantis di inbox ponselku bahkan jarang sekali memberi kejutan romantis seperti pasangan lain di luar sana, biarlah mereka dengan dunianya, dan kita tetap pada dunia kita, karena mungkin bagimu cinta adalah perihal rasa, cukuplah hati kita yang tahu, menjadikan arti cinta dan sayang itu adalah hal yang perlu di tunjukkan bukanlah sekedar di katakan, bahkan ketika aku bertanya ;

“Sungguhkan kamu menyayangiku ?”
” Seberapa berartinya aku untukmu ? “
kamu hanya menjawab
“tidak, aku tidak sayang..  justru karena aku tidak sayang maka aku menemui orangtuamu dan melamarmu”
Saat itu Aku hanya bisa terdiam memandangimu dengan pipi yang memerah juga merekahkan senyuman kecil di sudut bibirku.

Untuk kamu, yang (tidak pernah) tahu cara mencintaiku..
Cintailah aku sejadi-jadinya dengan caramu..
karena sebenarnya kamu yang paling tahu.

Untuk kamu, yang (tidak pernah) tahu cara mencintaiku..
Sungguh hatiku cuma mau kamu.



@moccachinta ~

Komentar

  1. Deehhhhh kata ini "yang dulu jarak jadi ringan, suatu hari jadi keresahan terbesar"
    Saya miii alami sekaranggggg hiks..hiks..

    BalasHapus
  2. Deehhhhh kata ini "yang dulu jarak jadi ringan, suatu hari jadi keresahan terbesar"
    Saya miii alami sekaranggggg hiks..hiks..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hikss,, :") Pasangan-pasangan LDR inshaAllah pasangan yang fighter demi masa depan keluarga. Tapi kalau yang namanya rindu yaa, aku kudu piye ?? hahaha.

      semangat mamaZAM. :*

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini