Langsung ke konten utama

Perjuangan Suami berpisah dari Rokok

Saat berpacaran dengan paksu, saya tahu dia seorang perokok. Ya.. Dia merokok di waktu-waktu tertentu, dia punya time zone untuk itu, saat setelah makan, saat minum kopi, tapi tidak saat kami sedang bersama. Meski jika saat kami sedang menikmati segelas kopi bersama, ia pasti akan berpindah tempat menjauh sebentar menghabiskan rokoknya. Ya.. Saya mengetahui ini sebelum saya bersedia di pinang olehnya, dan sama sekali tidak mengurangi rasa sayang saya kepadanya. Dengan keyakinan suatu saat dia pasti akan berubah.

Setahun dan menginjak dua tahun pernikahan kami, dia masih sulit terpisahkan dengan rokok. Saya yang tiada henti selalu mengingatkannya pagi, siang, malam, entah saat bertelepon ria, saat saling membalas chat, atau bahkan ketika sedang mengobrol ringan sebelum beristirahat, ya saya tiada henti mengingatkannya. 

Sampai pada pada akhirnya saya memutuskan untuk berhijrah untuk lebih sedikit memanjangkan hijab, mengurangi isi lemari, dan meniadakan sistem koleksi di lemari, Ternyata dia mengamati perubahan yang saya lakukan, Alhamdulillah, paksu juga memulai berubah. ya.. saya pun  tengah belajar berjuang menjadi lebih baik dari hari kemarin.

Suatu ketika dia datang kepada saya dan bilang " bantu saya ya, saya mau berhenti merokok" MasyaAllah.. Kataku, ini benar benar sebuah Rahmat, lalu saya bilang kepadanya.. " Iya jelas pasti saya akan Bantu" kita sama-sama ya..  Sama-sama belajar jadi lebih baik.

Seminggu pertama setelah niatnya ini tersampaikan, saya lihat dia masih gelisah karena tidak membawa rokok ke kantor, seminggu sampai dua minggu ia mengganti rokok batangannya menjadi rokok elektrik yang biasa di sebut Vapor, dan saya memaklumi itu, karena memang keluar dari yang namanya kecanduan nikotin memang sangat sulit, butuh perjuangan yang keras dan rasa ikhlas yang teramat besar.  Sebulan setelah mengganti rokoknya dengan rokok elektrik, saya setiap hari menaruh gula-gula di saku bajunya. Saya bilang "kalau ada rasa ingin merokok, makan gula-gulanya ya.. " jawabnya "iya..."

Seminggu, ya.. Kadang gula-gulanya di makan, kadang tidak. Seminggu selanjutnya yaa masih ada waktu kadang gak dimakan, Alhamdulillah berjalan minggu ketiga, dan sampai hari ini dia sudah mulai terbiasa berpisah dari rokok batangan dan rokok elektriknya dan hanya mengantongi gula-gula saja kemanapun pergi. Padahal Saya yang awalnya pesimis kini yakin bahwa pecandu nikotin dapat terbebas asalkan jiwanya benar-benar mau berusaha, asalkan kita mau berubah, usaha kita memang tidak selalu membuat kita sehat, tapi untuk sehat kita memerlukan sebuah usaha. Yaa.. Sehat butuh perjuangan. Menjadi diri yang lebih baik selalu butuh pengorbanan layaknya Hijrah yang membutuhkan keteguhan.

Alhamdulillah Alaa Kulli Hal..
Semoga Tuhan selalu melimpahkan Rahmatnya kepada kami.

Selamat berjuang kawan-kawan.

Komentar

  1. Mau dapat uang tambahan dan pulsa gratis? Yuk kunjungin website kita di Pasti Poker 99 :

    Pasti JP
    Uang Asli Indonesia
    Poker 99
    Poker 99 Domino
    Agen Judi Poker Online Terpercaya
    Situs Agen Judi Poker Online Terpercaya
    Link Alternatif Pasti Poker
    Pasti Poker 99
    Poker Online
    Capsa Online
    Ceme Online
    Domino Online

    Kontak kami di
    Yahoo Messenger = PASTIPOKERCS1
    LINE = PASTIGROUP
    BBM = 5C336225
    WhatsApp = +6282214964955
    WeChat = PASTIGROUP
    Skype = PASTIPOKER
    Facebook = PASTIPKR99

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini