Langsung ke konten utama

Menikmati Sebuah Perpindahan

Hari itu tepatnya jum'at 6 April 2018, tanpa firasat apa-apa saya melakukan semua tugas rumah tangga seperti biasa sebelum berangkat beraktifitas, hari ini ada jadwal Arisan Bulanan Dengan Ibu-Ibu IIKBPJSKesehatan KedepwilSulselbartra, Suami pun berangkat ke kantor seperti biasa, namun yang masih saya ingat di jumat pagi saat itu semalam ia bilang, "Kalau saya Mutasi Lagi, Kamu ikut saja yaa" rasanya kok saya tidak bisa kalau kamu tidak ikut, sepii.. Tidak ada kawan berkelahi, tidak ada yang cerewetin pagi-pagi, kalau hanya lewat telepon rasanya beda" saya hanya tersenyum dan bilang.. " Iya.. Pasti saya ikut, saya juga tidak bisa tidur kalau tidak dengar kamu mendengkur dulu hhhhaha. Kata saya Sambil bercanda dengan Paksu.

Sehabis Arisan Dengan Ibu-ibu IIK, dan waktu sudah menunjukkan jam 16.00, saya dan beberapa ibu lainnya menuju kantor suami, untuk melaksanakan sholat ashar bersama sambil menunggu jam kantor selesai dan bisa pulang bersama.
Di jalan menuju rumah si paksu bilang kalau dia akan mutasi dalam waktu dekat ini, " Nih, dapat SK dari Pusat", Pindah lagi ke Sulawesi Tenggara"
".. Ah, Masa ?? Kan baru setahun di makassar, masa pindah lagi ?
".. iya, pindah.. SK nya sudah diterima,
Saya diangkat jadi Kepala Kantor Kabupaten di Buton Tengah"
"...!?!?!?!! Haa..? Itu dimana wkwkwk
" ...Kabupaten di Sultra, pokoknya nanti ikut ya..

Oalah.. Mutasi lagi, berarti pindahan lagi deh. Memulai hidup baru lagi di kampung orang, Suatu kesyukuran karena suami mendapat kepercayaan untuk menjadi Leader di sana, melayani masyarakat Kabupaten Buton Tengah. Dimana yang dulunya bertugas di Kota Makassar, sekarang harus turun ke desa-desa dan harus bisa lebih dekat dengan masyarakat. Sejujurnya Disinilah tantangannya. Lalu pertanyaan yang penting lagi bagi diri saya, bagaimana dengan pekerjaanku juga ? Bagaimana dengan Klinik Bapak mertua yang lagi sibuk-sibuknya dipersiapkan untuk transformasi menjadi FKTP, saya pun harus meminta izin kepada bapak mertua untuk ikut mendampingi suami, Beliau bilang "Ikut saja dulu Nak, Klinik banyak yang bantu kok"  Dengan bersenang hati beliau juga menyuruh saya berlibur bersama pak suami disana, dan urusan klinik kini ditangani dulu oleh staff di Makassar. Mama juga menyarankan saya agar ikut mendampingi paksu, meski saya lihat sih, beliau agak gengsi-gengsi juga untuk ngelarang padahal gak rela banget tuh jauh dari anak bontotnya wkwkwk. Tapi over all Alhamdulillah keluarga meridhoi pada langkah yang sejauh ini.

Setelah Diskusi yang alot dan melewati beberapa pertimbangan, juga disertai Panggilan Kantor yang sudah tidak bisa menunggu lagi, yang ingin agar kami lebih cepat berada di Buton, Hari Jum'at,  kami pun terbang ke Kota Bau-Bau.

Seminggu sudah kami berada di Kota ini, Rantauan suami dimulai lagi, setelah sebelumnya berkantor Di Sulawesi Barat, Kabupaten Polewali lalu Kabupaten Mamuju, kamudian Mutasi Lagi dekat dengan keluarga di Kota Makassar, Tahun ini Sulawesi tenggara akan menjadi rantauan berikutnya, wah.. Berikutnya kemana lagi ya... Hmmm. Sepertinya sih Maluku :D 
Kami pelan-pelan mulai terbiasa dengan hal seperti ini, pelan-pelan bersahabat dengan sebuah perpindahan, kami pelan-pelan menikmatinya dan menjadikan moment seperti ini sebagai kesempatan untuk mengembangkan diri, membuka wawasan bagi diri masing-masing karena setiap kota, setiap daerah karakter orang-orangnya pun berbeda-beda.
menjadi tantangan untuk kami agar dapat berbaur menjadi satu kesatuan dalam kehidupan yang sedang kami jalani disini. Masyarakat disini ramah-ramah loh. 

Di Pulau Buton ternyata bukan hal sulit untuk menemukan Pantai, setelah saya gencar mencari tahu lewat wikipedia, Di buton juga banyak tempat bersejarah yang bisa di kunjungi, wah.. Bakal Berfaedah nih saya ikut kesini, meski saya bukan orang yang terlalu doyan ngepantai sih, tapi suka sekali kalau denger gemuruh ombak, meski bukan tipe orang yang suka travelling, sangat bertolak belakang dengan pak suami yang passionnya adalah ngedive dan snorkling. Dan ternyata kepindahannya kesini serasa surga baginya, karena dari buton gampang banget nemuin tempat-tempat dive yang cantik, apalagi deket dengan Kabupaten Wakatobi, seperti yang kita tahu di Wakatobi merupakan surganya para divers. Rencana minggu depan bakal mulai keliling-keliling Buton, kami sudah mulai beradaptasi dengan cuaca disini, yang menurutku lebih tinggi dari kota makassar, kalau Disini jam 8 mataharinya hampir sama dengan jam 10 di makassar. Yaa ala bisa karena biasa sih, mungkin awal-awal masih terasa, semoga kedepan tubuh semakin menoleransi. Weekday ini mau beresin rumah dulu, tempat-tempat yang mau dikunjungi udah masuk ke Bucket List, Mau ke Tempat bersejarah di Buton, mengunjungi museum kesultanan Buton, mau ke benteng keraton buton, mau ke pantai nirwana, mau ke pantai kamali, mau ke patung naga, mau ke gua kalasa, semoga bukan hanya sekedar wacana Bucket list, karena kalau pak suami gak nemenin saya gak mungkin ke tempat-tempat ini, ya semoga aja sih pas weekday dia gak sibuk-sibuk amat. Hufftt. 

Oh iya, Ada beberapa gambar yang saya ambil ketika mengunjungi Kabupaten Buton Tengah, tempat suami berkantor.
Kalau dari Kota Bau-Bau harus naik feri atau perahu katinting dari pelabuhan Murhum nyebrang laut ke dermaga buton tengah, pengalaman baru lagi nih bagi saya dan pak suami, dan pak suami akan menjalani ini setiap hari saat berkantor. Bener-Bener perjuangan, saya aja yang hanya ikut sekali kesana, pulangnya mabokk gak karuan, vertigonya dibawa berhari-hari.
Semoga Allah selalu melindungi dan selalu melimpahkan kesehatan untuk kami, semoga si paksu selalu amanah dalam menjalankan tugasnya, semoga Masyarakat buton tengah secepatnya dapat tercover jaminan kesehatannya, semoga UHC dapat tercapai sebagai mana mestinya, karena Universal Health Coverage ini bukan hanya keinginan dan tujuan sebuah organisasi, tapi keinginan kita bersama, Masyarakat berhak atas jaminan kesehatannya, berhak atas pelayanan kesehatan yang memadai, tanpa perlu mengeluarkan biaya kesehatan yang tinggi. UHC adalah tujuan kami bersama.
Bismillahirrahmanirrahim.
Bersama akan terasa lebih mudah.


Sebuah pantai di Kabupaten Buton Tengah, saya lupa nama pantainya apa.

Komentar

Postingan populer dari blog ini